Fakta Tentang Presiden Indonesia Yang Membawa Imigran Di Tengah Pandemi Covid 19

Kabar tentang Presiden Jokowi yang mendatangkan ribuan imigran asal China di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan akun Facebook Said Abu Fatih pada waktu setempat.

Akun Facebook Said Abu Fatih mengunggah video yang diklaim ribuan imigran China baru tiba di Bandara Haluoleo, Sulawesi Tenggara. Akun ini kemudian menambahkan sebuah narasi dalam video yang diunggahnya. “Kejadian Mengerikan karena ketika rakyat diberbagai wilayah Indonesia sedang panik diberlakukannya status Kejadian Luar Biasa Corona Mengherankan pemerintahan Jokowi mendatangkan ribuan Imigran China Tiongkok di Bandara Haluoleo Sulteng,” tulis akun Facebook Said Abu Fatih.

Konten yang diunggah akun Facebook Said Abu Fatih telah 799 kali dibagian dan mendapat 98 komentar warganet. Selain akun Facebook Said Abu Fatih, konten serupa juga diunggah warganet lainnya. Di antaranya saja akun Facebook Akbar Maulana Huzair Huzain, akun Facebook Mengapa Pendatang Dari China Masih Ramai ???, dan akun Facebook Sisca Saranani.

Fakta Yang Terjadi Di Lapangan

Cek fakta di lapangan menelusuri kabar tentang Presiden Jokowi mendatangkan imigran China di tengah pandemi virus corona. Penelusuran dilakukan menggunakan situs pencari google dengan memasukkan kata kunci “video TKA Bandara Haluoleo”.

Hasilnya terdapat sejumlah artikel yang menjelaskan mengenai klaim tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul “Imigrasi Bantah Pernyataan Kapolda Sultra soal TKA China di Bandara Kendari” yang dimuat situs kabar online, Dari Kendari – Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Merdi Syam mengeluarkan informasi tidak akurat soal kedatangan TKA di Sulawesi Tenggara, Minggu. Saat itu dia menyatakan, kedatangan 49 orang TKA asal China via Bandara Haluoleo Kendari bukan berasal dari China, tetapi dari Jakarta.

Puluhan TKA China itu, menurut pengakuannya, merupakan pekerja asal Konawe yang kembali ke Jakarta mengurus perpanjangan visa. Selanjutnya, mereka kembali ke Kota Kendari disertai keterangan sehat dan sudah menjalani karantina.

Informasi itu langsung dibantah Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sulawesi Tenggara, Sofyan. Dirinya menyatakan mereka adalah TKA baru asal China yang baru masuk Sulawesi Tenggara. Kedatangan mereka dari Provinsi Hainan China selanjutnya menuju Thailand.

Hukuman Harus Di Berikan Agar Membuat Efek Jera

Disana, mereka dikarantina selama 14 hari,” ujar Sofyan. Dia menyatakan, semua TKA yang menuju Morosi, Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara merupakan pekerja yang baru saja mengurus perpanjangan visa di Jakarta. Tidak seperti pernyataan Kapolda bahwa TKA China ini merupakan orang dari Jakarta yang mengurus perpanjangan visa.

Sofyan Melanjutkan, berdasarkan data imigrasi Kelas IIA Kendari, pekerja China ini datang dari Jakarta pada 15 Maret 2020. Kedatangan mereka menggunakan Maskapai Garuda dengan kode penerbangan GA-696. Sofyan kembali mematahkan pernyataan Kapolda Sultra yang mengatakan bahwa, warga asal China ini keluar dari Thailand pada 15 Maret 2020 berdasarkan cap tanda keluar dari Pemerintah Thailand.

 

Kantor Imigrasi Terkait Harus Bekerja Secara Optimal

Kantor Imigrasi Kelas lTPI Kendari mengatakan, melalui Kantor Kememkum HAM Sulawesi Tenggara menyatakan, pekerja ini tiba di Thailand sejak 29 Februari lalu berangkat ke Jakarta pada 15 Maret 2020. Di sana, mereka sudah melalui proses karantina.

“Hingga 15 Maret 2020, mereka telah dikarantina di Thailand dan surat tersebut telah diverifikasi oleh pihak Perwakilan RI di Bangkok, Thailand pada tanggal 15 Maret 2020 (Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 07 Tahun 2020 pasal 3 ayat 2,” kata Sofyan. Sebelumnya, seorang warga ditangkap polisi soal penyebaran video kedatangan TKA asal China di Bandara Kendari usai merebaknya isu virus corona (Covid-19). Kapolda menyatakan agar warga berhati-hati menyebar informasi soal TKA dan virus corona. Ternyata, video yang disebarkan ini memang benar merupakan kedatangan TKA asal China di Bandara Haluoleo, Kendari.

Share This Post