Presiden AS Donald Trump Akan Segera Tutup Amerika Dari Imigran Gelap

Amerika Serikat (AS) mulai berencana melangkah tutup diri dari banyak imigran. Presiden AS Donald Trump mengatakan, bakal larang masuknya imigran sepanjang epidemi Covid-19 di negara itu.

Langkah itu dikabarkan Trump melalui account Twitter resminya. Trump menggunakan waktu kritis kesehatan serta ekonomi yang tengah menempa negaranya, untuk arah waktu panjangnya. Dikutip Reuters, Trump menyebutkan, langkah itu terpaksa sekali diambil manfaat membuat perlindungan banyak pekerja di AS. Untuk kabar, sekarang ini jumlah penggangguran di AS makin bertambah beberapa puluh juta karena pemberhentian beberapa pekerjaan perekonomian manfaat menghindar penebaran virus corona.

“Mengingat gempuran dari lawan yang gak tampil, serta buat perlindungan banyak pekerja kami, saya bakal tanda-tangani perintah pembatalan sesaat banyak imigran ke AS, ” cuit Trump.

Penjaagaan Mulai Di Perketat Dari Semua Lini

Belumlah ada keterangan detil berkaitan ide realisasi serta basic hukum peraturan itu. Serta sampai sekarang, belumlah ada pengakuan sah dari Gedung Putih. Ide peraturan itu dibantu beberapa faksi. Diantaranya Thomas Homan. Bekas Direktur Imigrasi serta Bea Cukai AS itu menuturkan, peraturan ini cukup logis. Kata Homan, amat alamiah apa- apabila negara membuat perlindungan tenaga kerja di AS. Khususnya sehabis wabah Covid-19 habis.

Menurut Homan, soal ini bukan cuma berkaitan imigrasi. Tetapi bab wabah. Mengawasi, supaya AS jadi aman. “Sekalian memberikannya peluang untuk orang Amerika yang menganggur, ” papar Homan. Di lain sisi, ide itu mendapatkan kritikan dari musuh politik Trump. Politisi Partai Demokrat Julian Castro memandang, aksi Trump konyol. Menurut dia, larang banyak imigran, akan makin lemahkan AS.

Dampak Imigran Gelap Yang Sangat Buruk

“Bikin ekonomi yang telah lemah, kian tersuruk. Langkah yang konyol, ” kata Castro. Ide ini kembali lagi memperingatkan kita pada kampanye pencapresan Trump tahun 2016. Waktu itu, orang politik Partai Republik itu rencana batasi beberapa imigran. Terlebih dari Meksiko. Satu diantaranya langkahnya dengan bangun tembok tepian. Seterusnya, Trump lewat cara sah larang imigran dari 7 negara Muslim masuk dalam negeri. Terakhir, kebijaksanaan itu digagalkan oleh hakim federal AS.

Saat ini, 22 juta pengangguran baru tampak karena penghentian hubungan kerja (PHK), dampak epidemi Covid-19 di Negeri Paman Sam. Penduduk AS lantas udah daftarkan diri buat memperoleh dukungan pemerintah.

Sampai tempo hari, lebih dari pada 780 ribu penduduk AS yang terkena virus corona. Lebih dari 27 ribu kematian. Akan tetapi Trump mengakui, negaranya udah melalui periode pucuk epidemi. Serta rencana buka lagi pekerjaan perekonomian.

Share This Post